Wanita adalah makhluk terindah yang
diciptakan Allah Ta’ala, namun juga fitnah terbesar bagi lelaki. Wajahmu
adalah fitnah bagi lelaki. Telapak tanganmu dapat membuka fitnah bagi
lelaki. Suaramu pun dapat membuka fitnah bagi lelaki yang hatinya
berpenyakit. Sebahagian Ulama ada yang berpendapat suara wanita adalah
aurat, namun sebahagian lagi tidak sebagaimana dalam Al-Qur’an,
“Wahai isteri-isteri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan
yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk
(melemah-lembutkan suara) [677] dalam berbicara sehingga bangkit nafsu
orang yang ada penyakit dalam hatinya, [678] dan ucapkanlah perkataan
yang baik.”[677] Berbicara dengan sikap yang menimbulkan orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka.
[678] Orang yang mempunyai niat berbuat serong dengan perempuan seperti melakukan zina.
[QS. Al-Ahzab (33):32]
Suara wanita adalah aurat jika dilemah-lembutkan dan dapat menimbulkan syahwat atau hal-hal yang tidak baik pada lelaki yang berpenyakit hatinya, wallahu a’lam.
Hanya suamimu saja yang berhak menikmati keindahanmu, keindahan yang Allah Ta’ala berikan pada makhluk bernama wanita. Kemuliaan seorang wanita itu ada di dalam rumahnya, bukan di luar rumah, bukannya bermudah-mudahan berinteraksi dengan ikhwan ajnabi (ikhtilat dan sebagainya). Maka, bersyukurlah engkau wahai wanita yang dapat menjaga kesucian dirinya hanya untuk suamimu. Islam telah memuliakan wanita maka jangan kau hinakan dirimu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar